IR. Soekarno lahir 6 Juni dan HM. Soeharto lahir 8 Juni.
I Love Soekarno dan I Love Soeharto.
Soekarno, memerdekakan Indonesia, mencoba mendamaikan dunia, tapi menghancurkan ekonominya dan menjadi semi diktator. Soeharto, naik ke tampuk kekuasaan Indonesia atas bantuan CIA dan mengakibatkan 1 juta komunis menemui ajalnya. Tapi setelah itu dia mentransformasi Indonesia menjadi negara kelas menengah, ekonomi agak mapan walaupun masih penuh korupsi. Mereka berulang tahun di 6 Juni dan 8 Juni ini, bulan refleksi atas apa yang salah dan benar dalam sejarah Indonesia.
I Love Soekarno dan I Love Soeharto.
Soekarno, memerdekakan Indonesia, mencoba mendamaikan dunia, tapi menghancurkan ekonominya dan menjadi semi diktator. Soeharto, naik ke tampuk kekuasaan Indonesia atas bantuan CIA dan mengakibatkan 1 juta komunis menemui ajalnya. Tapi setelah itu dia mentransformasi Indonesia menjadi negara kelas menengah, ekonomi agak mapan walaupun masih penuh korupsi. Mereka berulang tahun di 6 Juni dan 8 Juni ini, bulan refleksi atas apa yang salah dan benar dalam sejarah Indonesia.
Kediktatoran Soekarno dan Soeharto layak dihentikan, Korupsi massif
Soeharto layak dibasmi, kultus individu dan dendam politis atas keduanya
perlu didekonstruksi. Tapi struktur pembangunan terencana Soeharto
patut dilanjutkan, internasionalisme dan politik pasifis Soekarno harus
dijalankan, keberagamaan yang santun dan sinkretis ala keduanya perlu
digali kembali. Kehebatan mencolok dari Soekarno dan Soeharto adalah
ketika mereka terpaksa lengser, darah anak bangsa yang tercecer sangat
minimal dibandingkan dengan revolusi sejenis di belahan dunia lain.
Akhirnya mereka sadar, kekuasaan tidak boleh menumpahkan darah sang penguasa sejati yaitu rakyat jelata. Mereka mundur dengan sistematis, mengalah pada gelombang revolusi, demi rakyat yang dicintainya. Tentu kesalahan mereka banyak, tapi sebagaimana semua manusia, kesalahan itu tidak boleh menutupi kebaikan mereka dan wujud cinta mereka kepada rakyat Indonesia.
Akhirnya mereka sadar, kekuasaan tidak boleh menumpahkan darah sang penguasa sejati yaitu rakyat jelata. Mereka mundur dengan sistematis, mengalah pada gelombang revolusi, demi rakyat yang dicintainya. Tentu kesalahan mereka banyak, tapi sebagaimana semua manusia, kesalahan itu tidak boleh menutupi kebaikan mereka dan wujud cinta mereka kepada rakyat Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar