Kamis, 25 Juni 2015

mengelola rasa

WHAT YOU RESIST PERSIST
Nyaris semua manusia, begitu berhadapan dengan permasalahan, penderitaan langsung bereaksi mau menyingkirkannya. Bosan kemudian cari makan. Jenuh kemudian cari hiburan. Sakit kemudian buru-buru mau melenyapkan penyakit dengan obat. Inilah bentuk konkrit dari hidup yang melawan.
Sehingga berlaku rumus sejumlah psikolog what you resist persist. Apa saja yang dilawan akan bertahan. Ini yang menerangkan kenapa sejumlah kehidupan tidak pernah keluar dari terowongan kegelapan karena terus melawan.
Berbeda dengan hidup kebanyakan orang yang penuh perlawanan, di jalan-jalan spiritual manusia diajari untuk tidak melawan. Mengenali tanpa mengadili. Melihat tanpa mengkotak-kotakkan. Mendengar tanpa melakukan penghakiman. Bosan, sakit, sehat, senang, sedih semuanya dicoba dikenali tanpa diadili. Ia yang rajin berlatih mengenali tanpa mengadili, suatu hari akan mengerti..... Bahwa semua adalah proses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar